Posts

Showing posts with the label Faith

Cacing yang Tidak Bisa Diam

(Sebuah postingan yang sudah terlalu lama disimpan, dan baru saja ditemukan kembali...) Anak anda cacingan? Eh.. “Anak anda tidak bisa diam? Mungkin gaya belajarnya kinestetik!” Kalimat tersebut sempat terbaca waktu gue melihat-lihat postingan Facebook . Sepintas langsung muncul di otak: “wah gue nih!” Bukan karena makna dibalik kinestetik itu sih, tapi karena gambar yang digunakan adalah dua anak kecil yang sedang memanjat pagar. Yah, dulu sih emang gue suka coba-coba panjat pagar, cuma karena seru aja sih, bukan karena dikunciin atau apa. #pemahamanpribadi Tapi kemudian keahlian gue pun terjadi. Yap, perenungan tingkat semesta terjadi. Gue tahu gue emang orang yang ga bisa diam. Gue sering mencoba hal-hal baru dan bahkan belajar banyak hal. Mulai dari musik, nari, nyanyi, bahkan sempat nulis beberapa lagu. Belum lagi puisi, blogging, dan kadang mendesain kartu ucapan kecil-kecilan untuk keluarga dan sahabat. Waktu kuliah, gue memberanikan coba bidang jurnalistik, dis...

Naik Kereta Api, Tut Tut Tuuuut… (4)

Image
S eri terakhir dari transportasi kesayangan warga, disini gue mau membahas soal perjalanan itu sendiri. Setelah menemukan diri kita, lalu belajar dari penumpang lain, sambil menikmati makanan dan minuman, dengerin musik, mungkin agak kedinginan sedikit, berapa banyak dari manusia di dunia ini yang sungguh menikmati perjalanan mereka? Bahkan ketika kita sadar kita berada di kereta yang salah, haruskah kita memutuskan untuk tidak menikmati “perjalanan kembali” dan menggerutu sepanjang hari? Berapa banyak artis tenar yang bunuh diri? Apakah semua orang kaya terlepas 100% dari hutang? Berapa banyak perceraian? Bahkan seorang pelawak bisa menjadi penderita depresi. Semua yang terlihat diluar sangat sedap dipandang. Kita pikir gerbong sebelah lebih seru, kita pikir tujuan lain jauh lebih menyenangkan. Well, ga semua yang kece itu oke! Gue ga setuju dengan perumpamaan hidup manusia seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Yah, mau ban baru pun, letaknya ban ya dibawah . Nikmat...

Naik Kereta Api, Tut Tut Tuuuut… (3)

Image
Dalam kereta, tentunya ga mungkin hanya kita sendiri di sebuah gerbong. Sebagai penumpang, ada juga yang namanya…. penumpang lain. Ada yang duduknya di sebelah kita, depan, atau belakang kita. Keseruan terjadi ketika sebelah kita ternyata adalah orang yang membuat kita kesal atau tidak nyaman di perjalanan. Untung-untung sih kalo dia enak dipandang. Tapi kalo ngeselin dan bau ketiak? Memang, jika berkaitan dengan relasi, perspektif itu penting. Karena manusia itu memiliki banyak sisi. Bahkan bagi dirinya sendiri, tidak hanya satu sisi yang ia tampilkan. Apalagi waktu dia menghadapi orang lain, pasti lebih banyak sisi lagi yang muncul ke permukaan. Sisi-sisi yang lebih beragam muncul juga ketika seseorang menghadapi orang-orang baru, seperti yang kerap terjadi di stasiun atau gerbong kereta. Untuk orang-orang yang memang membawa ketidaknyamanan, kita bisa belajar 3 hal dari mereka. Satu, mengampuni.  Kan bukan salah gue?  Iya tapi respon itu penting. Sekarang gini,...

Fight! Fight! Fight! Fight! Fight!

Image
Tidak ada yang menyukai masalah. Ataupun masalah yang timbul dari sebuah tantangan. Funny things about video game, is that every path you take in the game, always confront with enemy. Bahkan kalaupun kamu salah jalan, kamu selalu ketemu musuh. Beberapa orang berpikir bahwa musuh selalu ada ketika kita salah jalan. Beberapa orang lain beranggapan kalau musuh justru ada ketika kita berada di jalan yang benar. Tapi bagaimana jika di setiap jalan yang kita ambil, musuh (atau masalah) selalu ada? Bagaimanapun masalah atau musuh yang muncul, semuanya selalu menghasilkan satu hal yang pasti: progress. Jika kita kalah, maka progress kemunduran sementara yang didapatkan. Jika kita menang, bukan hanya poin EXP yang didapat, tapi juga keahlian yang meningkat. Bagi yang tidak familiar, poin EXP adalah yang perlu dikumpulkan untuk kita naik level di sebuah game. Semakin tinggi levelnya, semakin banyak poin yang harus dikumpulkan. EXP ini didapat ketika kita menyelesaikan misi atau membunuh mus...

Tukang Cat Ngelamun

Image
Hello... https://omahkrasak.wordpress.com/2013/10/12/tukang-cat-jogja/ Sekitar 3 minggu lalu gw alih profesi. Jadi tukang cat bangunan. Hahahaha.... Ternyata capek, lho ngecat itu. Apalagi gw pake kuas. Tembok yang mau dicat harus dibersihkan dulu, mungkin ada bekas isolasi atau harus di amplas, kemudian diberi plamir, baru bisa di cat. Ngga tau juga sih cara yang gw pake bener ato ga, yang penting selesai lah. Hahahaha....  Awalnya gw diajarin dulu, kemudian langsung praktek. Alhasil, karena belum pernah cat dengan rapi, (bukan untuk rumah sendiri, tapi untuk tempat kerja) hasilnya pun acak adut. Belang bonteng. Sebelah sini tebel, sebelahnya lagi malah ilang. Ga bisa bedain antara cat yang terlalu kental atau kebanyakan air. Udah gitu karena ga banyak 'tukang', gw kedapatan wilayah sendiri, sedangkan 'tukang' lainnya di ruangan yang lain lagi.  Untungnya, karena nih manusia suka ngelamun, waktu udah mulai dapet flow  dan style yang benar dalam penge...

Pertemanan yang Aneh

Image
Katakanlah terlalu.  Blog mungkin bisa mati jika postingan adalah makanan. Ugh... Makanan. Koq jadi laper ya. Iyalah, hampir 6 jam yang lalu makanan terakhir masuk ke perut. Dan 'kebetulan' di rumah ga ada apapun yang bisa dijadikan santapan. Terinspirasi untuk mengisi kekosongan dini hari, ada baiknya menulis menjadi pilihan. Setidaknya bisa mengalihkan rasa lapar supaya akhirnya dia kadaluwarsa. Siapa yang mengenal dirinya dengan cukup baik? Beberapa mungkin belum bisa menjawab pertanyaan itu dengan tangan yang terangkat. Bagaimana dengan ini: siapa yang mengenal diri kita dengan cukup baik? Apakah mungkin orang lain bisa mengenal kita lebih baik dari diri kita sendiri? Jawabannya, tanpa ingin menimbulkan teror apapun: tergantung . Iya juga sih, mana mungkin orang lain bisa mengenal diri kita lebih baik dari diri kita sendiri? Banyak orang, bahkan mungkin yang sedang membaca ini, lebih banyak mengenal sisi mellow  dari dirinya. Momen dimana kita...

LOVE CAN SAVE US ALL

Ketika kata-kata itu menghampiriku, posisiku adalah di ambang batas antara ingin mmbunuh seseorang atau ingin melenyapkan jasadnya di Samudra Hindia. Kedua pilihan ini bisa membuat tidurku nyenyak. Secara harafiah aku tersenyum ketika membayangkan segala jenis siksaan kepadanya. Aku sungguh dilema karena Tuhan yang aku percaya mengatakan bahwa aku harus mengasihi semua manusia, bahkan musuh sekalipun. Aku tidak pernah menghadapi masalah semacam ini seumur hidupku, karena memang aku jarang berinteraksi mendalam dengan semua orang. Setidaknya tidak cukup dalam untuk orang itu menyakitiku. Aku berada di zona nyaman. Bahkan kalau aku menyakiti mereka, aku bisa dengan mudahnya pergi tanpa peduli sedikitpun. Semuanya berbeda ketika ada tuntutan dari kepercayaan, dimana harga yang perlu dibayar adalah pengampunan, karena dengan harga yang sama ada keselamatan. Sungguh berbeda ketika hidup kita bukannya milik kita lagi, tapi jauh lebih besar dari segala yang kita ketahui dari kecil. S...

Mending TERSESAT daripada Bertanya?

Image
Jika slogan itu kita gunakan untuk perjalanan di sebuah liburan, pasti akan menyenangkan aplikasinya. Jika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, dimana kalian diberi tugas mengantar surat perusahaan kemudian lebih baik tersesat, maka sekalian saja ucapkan selamat tinggal untuk pekerjaan kalian. Namun bagaimana aplikasinya pada pertemanan? Salah satu hal unik yang saya pelajari akhir-akhir ini adalah musuh utama sebuah pertemanan. Bukan, bukan perselisihan. Bukan pertengkaran. Bukan juga bohong. Tapi prasangka . Yup, prasangka adalah musuh utama seluruh jenis relasi yang kita miliki. Prasangka seorang ibu bisa membuatnya tidak kembali ke pasar, karena ia berpikir penjual di pasar tidak bisa melakukan bisnis dengan jujur. Prasangka seorang anak bisa membuatnya lari dari rumah, karena ia berpikir orang tuanya lebih menyayangi adik barunya ketimbang dirinya. Prasangka seorang teman bisa menghancurkan kepercayaan yang telah dibangun. "Ah, dia pasti membohongiku....

SKANDAL

Hai... Kesempatan kali ini gw mau share satu lagu keren dari Hillsong United, judulnya "Scandal of Grace". Bagi gw pribadi, lagu ini bicara terlalu banyak setiap hari sampe gw 'harus' menyanyikannya di gereja waktu pelayanan. Judulnya sendiri punya makna yang ga terlalu alkitabiah. Skandal. Gw cari artinya di internet, dan arti terbaik dari skandal adalah suatu pebuatan yang menurunkan martabat. Well, silahkan kalo kalian punya pengertian sendiri-sendiri, itu toh otak kalian. Tapi Tuhan Yesus, yang adalah Tuhan, menjadi sama seperti kita, yang adalah orang berdosa, dan disalibkan. Jaman dulu, salib hanya untuk penjahat yang emang ya udahlah, jahatnya minta ampun. Terlalu mahal harga kita, dan terlalu besar kasih-Nya. Dan lagu ini, menjelaskan detailnya. Terima kasih kepada kakak gw, yang udah menterjemahkan lagu ini, meskipun sayangnya, bahasa Indonesia memang sangat terbatas. SCANDAL OF GRACE Grace, what have You done? KARYA KASIHMU Murdered for me on...

Give Thanks

Entah kamu mau mengucap syukur atau tidak, itu terserah kamu. Tapi sebelum kamu memutuskannya, ada baiknya untuk membaca blog ini sebentar. Seorang ibu memberi nasehat mengenai mengucap syukur. Sebenarnya apa sih mengucap syukur itu? Syukur adalah ungkapan rasa terima kasih kita, bisa melalui kata-kata, pujian, atau bahkan acara makan-makan. Orang Amerika mengadakan Thanksgiving setiap tahunnya, untuk apa? Mengucap syukur. Setiap perayaan ini, biasanya mereka makan-makan bersama keluarga dan sahabat-sahabat. Kalau melihat film, biasanya mereka memasak kalkun. Tolong jangan tanya ke Penulis mengenai hal ini lebih jauh. Tapi maknanya baik: mengucap syukur perlu dinaikkan, khususnya ketika hal itu menjadi korban. Korban artinya ada sesuatu yang dirasa hilang. Contoh: ketika orang terdekat “menikam”-mu dari belakang, kamu masih bisa mengucap syukur kepada Tuhan. Mengucap syukur bahkan ketika disaat tidak enak. Sulit? Ya! Tapi tidak mustahil. Penulis bahkan mengucap syukur masih memiliki ke...

K A S I H

Image
Apa sih kasih itu? Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karen...

Keep Focus and Shut Up!

Image
Dulu, Gw membuat blog ini demi kepentingan curhat semata. Menurut gw curhat yang dijadikan status terlalu tidak dewasa dan meresahkan pembaca. Jadilah tong sampah berjudul tasyallthetime ini. Tapi akhirnya toh yang namanya manusia, lebih senang membawa-bawa sampahnya kemanapun dia pergi. Bahkan ke orang-orang tercintanya. Dia menjadi sinis karena bau sendiri, bahkan parahnya, menuduh orang lain sebagai pembawa bau. Jadi, semoga hal ini berjalan terus, gw ingin membuang sampah-sampah itu sapu demi satu, tentunya dengan pelajaran berharga di balik semuanya. Hanya agar pembaca juga tidak "merasa" bau. Tahun ini gw banyak diingetin untuk Sabbath. Arti garis besarnya: istirahat dan mendekatkan diri ke Tuhan. Sering kita berpikir hal ini bisa dijalankan dengan berdoa 7 hari 7 malam, berpuasa tanpa berbuka, dan sebagainya. Tapi ada cara unik lainnya yang terlihat kejam namun tujuannya Sabbath. Gw ditolak masuk ke salah satu perguruan tinggi untuk s2 karena ipk yang ti...

Harga mahal untuk sebuah doa.

Image
Akhir bulan Maret, kita akan merayakan Paskah, hari dimana Tuhan Yesus bangkit setelah Ia meninggal di tiga hari sebelumnya. Dia sendiri datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dengan memberikan nyawa-Nya. Kenapa Dia melakukannya? Karena begitu besar kasih-Nya untuk kita semua. Cerita lama . Mungkin itu yang dipikirkan banyak orang. Ngga ada murid Sekolah Minggu yang ngga tau kisah itu. Well, gw mendapat perspektif baru tentang penyelamatan yang Dia lakukan untuk kita semua. Percaya ngga percaya, inilah yang juga Dia lakukan. Setelah Yesus meninggal, kita tau bahwa terjadi juga gempa bumi yang dahsyat, dan tabir Bait Suci  terbelah dua. Ini menandakan ngga ada lagi ritual-ritual yang harus dijalankan manusia untuk datang ke Dia. Manusia ngga lagi harus menitip "pesan" melalui orang terpilih untuk bicara ke Tuhan. Siapapun, bisa datang ke Tuhan. Siapapun . Bahkan jaman sekarang, doa ngga lagi harus sesulit jaman dulu. Bisa dilakukan pagi, siang, malam, di kam...