Posts

Showing posts with the label me...me...MEEEEE.....

Cacing yang Tidak Bisa Diam

(Sebuah postingan yang sudah terlalu lama disimpan, dan baru saja ditemukan kembali...) Anak anda cacingan? Eh.. “Anak anda tidak bisa diam? Mungkin gaya belajarnya kinestetik!” Kalimat tersebut sempat terbaca waktu gue melihat-lihat postingan Facebook . Sepintas langsung muncul di otak: “wah gue nih!” Bukan karena makna dibalik kinestetik itu sih, tapi karena gambar yang digunakan adalah dua anak kecil yang sedang memanjat pagar. Yah, dulu sih emang gue suka coba-coba panjat pagar, cuma karena seru aja sih, bukan karena dikunciin atau apa. #pemahamanpribadi Tapi kemudian keahlian gue pun terjadi. Yap, perenungan tingkat semesta terjadi. Gue tahu gue emang orang yang ga bisa diam. Gue sering mencoba hal-hal baru dan bahkan belajar banyak hal. Mulai dari musik, nari, nyanyi, bahkan sempat nulis beberapa lagu. Belum lagi puisi, blogging, dan kadang mendesain kartu ucapan kecil-kecilan untuk keluarga dan sahabat. Waktu kuliah, gue memberanikan coba bidang jurnalistik, dis...

Keropos Intisari 2.0

Ini kaki terus saja jalan Ini tangan terus saja kelana Mataku tidak nyaman Akulah kuda tanpa pelana Jika masih hidup saja sudah beruntung Harusnya leher ini mudah menggantung Kau tahu darah yang deras mengalir? Tidak lagi hirau karena inilah akhir Dunia tertawa hebat karena Insan Permata lemah Mendekati ajal di tiap musuh yang tak lengah Serang terus! Tidak ada yang perlu merasa! Dan begitu saja. Dia binasa. Pedang yang terus membunuh Tak pernah jatuh karena luluh Kalian semua yang menciptakan Jika aku bangkit murni karena pernyataan Aku masih mencinta Senyumku hanya dendam belaka Dunia meminta semua yang kucinta Dengan penuh geram, Inilah Putri Petaka Wahai Badai, ini darahmu! Rasakan! Aku datang. Tak lalai. Tuntaskan.

Keropos Intisari

Sebuah tali tak kasat mata Inilah dia yang terbuka Dunia mencela membabi buta Amarah langit adalah singgasana Aku masih mencinta Hatiku masih terluka Ketika kaki-kaki kuda membinasakan pasir di gurun Menggelegar apa yang dirasa seluruh indra ini menurun Tidak ada yang bisa menandingi lakunya gurun Aku yakin pada akhir dari semua, nyawaku pun menurun Aku masih mencinta Tidak tahukah Sang Raja? Tidak ada jiwa, tidak ada rasa Tidak ada raga, tidak ada asa Seandainya masih hidup pun beruntung Karena manusia lain tidak merenung Kenapa maut menjadi alas tidur Dan nyawa selalu mengendur

Picik Emosi.

Karena menyebut ‘merk’ memang tidak dibutuhkan, aku mencoba untuk meredamnya. Jadi entah burung apa yang berbisik, bahwa pemicu 1 dan pemicu 2 menimbulkan percikan dahsyat. Aku termangu, lalu berbisik dan memberikan senyuman paling normal. Sebenarnya? Oh, aku tidak ingin membunuh. Gila, bahkan jika hal itu diperbolehkan, apa lagi keasyikan di dunia ini? Semuanya akan sia-sia, segala perjuangan akan mencair seperti mentega di wajan panas. Lalu semuanya mundur kembali. Kau pernah melihat sebuah film dimana aktornya berjalan mundur? Lalu gelas yang pecah kembali utuh, dan air yang tumpah kembali pada wadahnya. Ya, pada bulan-bulan yang hampir mirip, dua tahun lalu, episode seperti ini pernah terjadi. Momen dimana depresi hanya sebuah perahu kecil di badai laut terbesar. Tidak, bahkan depresi tidak bisa membendung seluruhnya. Aku pernah dalam keadaan ini. Pemicunya beda, namun satu-satunya penetralisir saat itu, kini berganti tema menjadi pemicu 1. dia. Sekarang jelas. Keaneha...

Lowest Day.

Tidak pernah menyenangkan memiliki kondisi tertentu pada mentalmu. Semua jadi berjalan terlalu lambat dan terlalu cepat. Semua jadi sangat menyesakkan dan tidak terasa apapun. Apapun. Sungguh membingungkan, apa yang harus dirasa dan apa yang seharusnya tidak dirasa. Bahkan jari ini tidak bisa mengikuti kecepatan pikiran. Aku akan menyakiti orang lain tanpa kusadari. Yang akhirnya kulihat hanya banyak orang akhirnya mundur dan membiarkan aku sendiri, karena mereka berpikir aku hanya akan terus menyakiti mereka untuk memuaskan diriku sendiri. Perasaan bersalah yang mengikuti selanjutnya justru lebih menyeramkan. Kamu tidak akan tahu betapa luar biasanya pertempuran di pikiranku, dan bagaimana kerusakannya, karena dari hari ke hari aku makin ahli menyembunyikannya. Titik-titik ketus yang kau lihat hanya ombak kecil di samudra jiwa ini. Kau akan menyadari aku jahat, aku membosankan dan aku menyebalkan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah aku ingin kamu jauh, supaya kamu tidak tahu per...

Aneh, kan?

Ini aneh. Ini aneh. Bagaimana mungkin keanehan berwujud? Melihatnya bertangis-tangisan dengan Gaun Hitam. Bergandengan tangan dengan badai semalam suntuk. Ini sungguh aneh. Dia, keanehan itu, mendatangiku ketika aku berbaju pesta. Lalu mengguyurku habis dengan makanan sisa tahun baru. Semua melebur. Semua, iya, menjadi satu. Ketika aku mengetahuinya, mereka sudah berjongkok di balik bayanganku. Satu per satu pun tampil. Masuk dengan surat lainnya. Ketika seharusnya aku berdansa. Ini sungguh aneh. Bagaimana aku bisa menghadapi Yang Itu? Mungkin sebaiknya aku bersembunyi di perpustakaan. Menumpuk seprei baru dengan parfum di depanku. Biar dia jalan terus ke kamar dan tidur. Jadi supaya dia tidak menyadari aku disana, kan. Aneh.

Year of Opportunities pt. 1

Image
Terlalu lama vakum dari dunia penulisan blog cukup menyulitkan untuk mulai kembali. Bukan karena lupa, tapi karena banyaknya kisah yang harus dituangkan. Oke mulai dari mana ya… 1. Wisuda. Ya. Hari itu akhirnya tiba juga. 27 September 2014 akhirnya gue wisuda. Wisuda. Beberapa bulan lalu bahkan ga berani memikirkan kata ini karena mata jasmani hanya melihat kata “TIDAK MUNGKIN”. Tapi seperti kata kebanyakan orang, rencana Tuhan beda dengan rencana manusia. Keren ga sih? Bukan gue, tapi Tuhan. Yah mungkin banyak orang bilang gue lebay. Jutaan orang wisuda koq. Kenapa gue harus spesial? Ini bukan tentang semua orang mengalami yang sama. Tapi bagaimana tiap individu tidak berhenti berjuang. Dan dengan bangga, gue bisa klaim bahwa gue salah satu yang tidak berhenti berjuang. 2. Halo, kamar operasi. Gue ga pernah sekalipun masuk rumah sakit. Istirahat terparah Cuma waktu kena  Cikungunya dan waktu kecelakaan parah yang harus terbaring satu bulan. Tapi itupun ga perna...

Perbincangan Singkat.

Image
  Sebuah perbincangan terjadi, segenggam bohlam lampu menyala. Begini pun kisahnya. Pernah ngga sih kalian melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan keinginan kalian? Bukan paksaan ya, tapi lebih kepada kalian melakukan hal itu karena memang ga ada lagi yang kalian lakukan, dan... yah, mau dilakuin ato ga dilakuin juga kayaknya hasilnya sama aja. Jadi lebih seperti ngikut aja, gitu. Pernah? Oke, mungkin kalian bisa sedikit memahami kisah yang satu ini. Ga pernah? Ya wes karepmu geleme opo. Seorang remaja akhirnya berkuliah di sebuah universitas terkenal. Dia menjalani dengan baik karena toh dia juga termasuk orang pintar. Sampai akhirnya dia harus meneruskan perkuliahan ke jenjang yang lebih tinggi karena jalur karir-nya sudah tercetak oleh orangtua. Keluarganya, maksudnya, seluruh keluarganya, tergabung di bisnis bersama. Meskipun bukan bisnis keluarga, tapi yah, akan lebih terlihat seperti itu jika seluruh anggota keluarga di satu rumah bekerja di bawah satu atap, 'kan? ...

Aku, tidak lagi.

Terlalu banyak... Gelembung udara meninggalkan singgasana Dalam gua yang lembab dia mengoyak Tiada tangis selain putri bungsu yang merana Tolonglah, cakrawala... Semuanya terulang, terulang kembali Bukalah sedikit tiraimu Bukalah sedikit pintu besi itu Kami disini hanya ingin bertemu Kami disini hanya ingin merajut Benang yang diberi Aphrodite Dan untaian kata oleh Apollo Aku hanya ingin tangan itu Tapi pada akhirnya, Aku menjual jiwaku pada cinta.

He knows...

Halooooooo....... Wah, wah.... Happy New Year, semua. Sori banget udah sangat lama gw ninggalin blog ini. Mungkin bukan berdebu lagi, tapi uda jamur dan tumbuh tanaman rambat dimana-mana. Sejujurnya untuk nulis di blog ini butuh keberanian ekstra, khususnya untuk gw sendiri. Gw bukan tipe orang yang ekstrovert. Blog ini emang ga punya pembaca setia, atau bahkan mungkin ga dibaca siapa-siapa. Tapi tetep aja go public kan? Jadi tetep sama di mata gw. Gw seneng bisa punya wadah untuk bercerita dengan siapapun yang baca ini. Mungkin di pikiran kalian blog ini terkesan terlalu pribadi, atau mungkin religius. Tapi sama kayak orang yang punya pengalaman menarik, dia ada kecenderungan untuk ga bisa tutup mulutnya dari bercerita. Nyoba masakan di warung baru yang enak aja orang bisa cerita kemana-mana, kan? Kali ini gw mau sharing aja pengalaman gw tepat di tahun baru, yaitu tanggal 010112. Sebut aja gw melakukan suatu kesalahan fatal. Mungkin di mata orang lain hal itu sangat biasa, dan bisa j...

...

Aku kangen dia. Aku kangen dia.

May's Comeback

Hola!!! Wow, lama banget ya gw bener-bener ga nge- post kesini. Weleh, nie blog bener-bener udah bulukan dan berjamur. Gw kembali dengan sangat banyak cerita. Untuk kuliah, sekarang udah waktunya untuk ngomongin skripsi. Yup. Skripsi, skripsi dan skripsi. Gw baru aja ngelewatin bab 1-2 dan ini masih nunggu feedback . Setelah diurus baik-baik, barulah beranjak ke bab 3 dan semester depan siap2 turun lapangan untuk melanjutkan ke bab 4-5. Deg-degan ga karuan. Karena topik gw masih belum dapat persetujuan dari dosen pembimbing. Gimana ngga, dosennya sendiri ga jelas gitu. Huff.... Tapi ya semua masih bisa dijalankan dengan baik. Gw sempet down ga karuan dua minggu lalu. Eh, dua ato tiga ya? Lupa deh. Pokoknya itu buat gw males pulang Bwi padahal itu paskah dan qta udah nyiapin lagu2 untuk gw pelayanan di Minggu-nya. Semua batal di hari Senin, H-6. Gila, kan. Tapi gw juga mau fokus, supaya ga males2an di Bwi dan malah ga kerja. Alhasil, gw belum pulang Bwi smpe sekarang. Kangen sih ngga...

Degup Pasir

Peradaban dunia kencang bergulir Tiada maksud ‘tuk menyentuh Kata nona dia disana Kata bung dia disini Jalan setapak ‘tak ku sesal Gelombang itu terus ku bawa Kedukaan yang kuat Setangguh karang di pantai abu Kian menggerogoti Kian dalam Tawa terbalik Mata menangis Akupun mengerti, Pintu sudah ditutup Dia di luar Aku di dalam Ikut hancur bersama rongga Yang kaum awam menyebutnya “hati”.

2011

Halo.... Apa kabar semuanya? Memang udah telat banget, tapi Happy New Year 2011 yah. Sori baru bisa kasih postingan, antara sibuk dan satu lain hal, blog ini kembali ditinggal untuk berdebu. Kali ini gw posting dr Banyuwangi tercinta, dikelilingi keluarga terkasih dan rekan seperjuangan (halah). Perkembangan terakhir, puji Tuhan UAS berjalan dengan sangat baik tanpa tilang presensi satu pun (waow!). Soal novel, kali ini udah masuk buku 2. Wah cepet juga ya? Tapi isinya memang hanya mementingkan cerita. Soal tata penulisan udah pasti amburadul, maklum si Penulis masih diperbudak oleh dasyatnya imajinasi. Semoga buku kedua "The Vapswitch: Vampirekind" berjalan lancar dan semakin baik dari buku pertamanya! Yiaow! Kali ini gw ga kasih posting apa2 dulu, deh ya. Masih sibuk lain hal. See You!!! ^^

Menjauh

A ku sudah terlalu banyak menyakitimu Luka yang aku toreh terlalu banyak Aku membunuhmu perlahan Setiap perkataanku, semuanya membuatmu menangis Aku tidak pernah berbuat baik Karena itu pisau ini Sebaiknya langsung merenggut nyawamu sekalian Tidak usah lagi kau sengsara Tidak usah lagi kau disakiti Karena aku terlalu mencintaimu Terlalu mencintaimu Aku mencintaimu Andai kau tahu alasanku menjauh, Mungkin, mungkin saja, Jika boleh aku berharap, Mungkin, mungkin saja, Kau tidak ke dia.

Darimana munculnya semua ini?

Image
Oke, darimana munculnya semua ini? Gw pernah bertanya-tanya sendiri. Darimana munculnya ide untuk menulis? Bagaimana bisa topik untuk sebuah postingan di blog ini sampai ke otak segede bakpao ini? Kenapa gw bisa menyusun kata-kata ini begini rupa? Uda lama ini gw follow akun Twitter nasehat dan tips2 untuk para penulis. Dan merasa baru kali ini ada akun Twitter yang benar2 bermanfaat untuk gw. Rasanya.... Semua ini jadi lebih jelas. Lebih jernih untuk gw bisa melihat ke karya tulis gw. Entah itu postingan di blog ini atau karya2 lain yang muncul secara mendadak tanpa stop. Gw sendiri ga tau kenapa bisa terjun ke dunia ini. Dari kecil gw emang uda suka nulis, tapi itu cuma karena nulis buku harian. Awal pertama gw beli buku harianpun karena gambar cover nya yang lucu. Jadi bisa dibilang si Penulis ini "lahir" tanpa bantuan siapapun. Tapi perjalanannya lah yang benar-benar butuh orang-orang penting. Dimulai dari puisi cinta sampai kritik u ntuk pemerintahan, postingan aneh di...

Muntahan-muntahan Akhir-akhir ini

Hai, semuanya. It's really good to be back . Ya, ya. gw ga usah kasih tau apa yang menyebabkan gw menghilang beberapa hari ini, oke? Yang penting gw sekarang disini siap memuntahkan posting2 lainnya. Oh, ya. Bicara tentang muntah, tadi subuh gw muntah-muntah. Awalnya sih migrain. Padahal gw lagi nulis di komputer. Tiba-tiba mata kiri gw kabur, atau.... Mungkin bukan kabur ya. Tapi kayak waktu kita pake kacamata renang, dan kemasukan air. Nah, kayak gitu deh. Migrain datang dan nyerang dari sebelah kanan. Kepala gw rasanya udah mau pecah aja. Akhirnya gw minum obat. Eh, ditengah-tengah tidur gw harus keluar untuk muntah. Gitu terus sampe tiga kali, terakhir air putih jg gw muntahin. Akhirnya gw bisa tidur jam setengah empat, and bangun-bangun untuk laporan ke bonyok. Ternyata nyokap gw jg sakit. Sama-sama khawatir dah. Ini udah lebih enak, udah bisa makan, minum pocari, and minum susu. Tapi ya jangan banyak gerak sih, kalo ga pusingnya dateng lg. Untung ada mixstyle dan BB. Halah-h...

Kembali

Bisa dihitung sendiri, sudah berapa lama gw absen dari peredaran tulis menulis. Entah karena terlalu sibuk atau justru terlalu banyak menganggur, gw sendiri melupakan satu-satunya pekerjaan yang menjelaskan identitas gw sendiri: menulis. Dan tidak terhitung apa yang gw alami sejak awal mula semua ini terjadi. Cieeee..... Well, ga perlu pendahuluan lama-lama, gw mulai sadar sesuatu hal yang buat gw shock waktu hari Minggu kemarin. Waktu itu gw pelayanan WL di My Rock. Seperti biasa, semua berjalan "mulus" menurut pandangan gw. Nah, yang khotbah waktu itu Luther Diaz. Dia adain altar call untuk anak-anak muda. Benernya gw pengen ikutan, tapi gw juga jaga-jaga siapa tau perlu nyanyi karena singer2 gw suru ikutan kalo mereka mau (dan ternyata mereka mau, sehingga yang nyanyi tinggal gw). Akhirnya gw mutusin untuk berdoa juga, tapi tetep di depan and ga ikut di barisan anak-anak. Gw ngerasa damai and aman banget, karena jujur hubungan gw lagi ga deket sama Dia. Nekad banget, kan, ...

Sekolah Untuk Kepala Sekolah!

Image
Begitu mendengar satu profesi ini, biasanya ada dua respon untuk kebanyakan orang. Yang pertama, "ugh, pasti orangnya kaku!" Sedangkan yang kedua, "Wah, orangnya sabar dan pinter banget deh pasti!" Tapi beda dengan gw, begitu denger kata 'kepala sekolah', yang pertama terbersit di kepala gw adalah "kakak". He? Maksud loh? Ya.... secara, profesi kakak gw kepala sekolah. Eits, jangan dulu masukin komentar-komentar di atas ke dalam kepala Anda. Karena Kepala Sekolah yang satu ini beda dengan yang lain. Halah..... Bukan maksudnya promosi sekolah, yha. Tapi gw mau jelasin garis besarnya. Sebenarnya, gw juga ga gitu ngerti garis besarnya, wkwkwkwk..... Tapi, yha ini yang gw tau. Kakak gw, sebut saja Bunga (wkwkwk) adalah kepala sekolah di Banyuwangi. Untuk saat ini, sekolah ini masih baru ada Kids Sport, Playgroup and TK. Jenjang berikutnya uda ngantri, kok, (tenang aja yha, para pembaca SD...) Nah, sebagai kepala sekolah, uda pasti dia mengepalai sekol...

Get Funked by Love

Musim berganti musim, semua orang pun mengganti jenis pakaian mereka. Saat panas, orang-orang memakai baju tipis dan minim kain. Tapi hal yang berkebalikan bisa terjadi saat musim dingin. Kegiatan pun berubah, jika biasanya pergi ke pantai saat musim panas, saat musim dingin tiba biasanya mereka berkumpul di rumah atau kafe, dan tentunya tidak main voli di lapangan terbuka. Sungguh unik bagaimana dunia bisa merubah seseorang, padahal biasanya orang-orang yang ingin mengubah dunia. Mau bukti? Gw paling suka mengangkat tema cinta. Maaf aja kalau bosan, tapi siapa sih yang bisa mengartikan satu kata ini? Jika maknanya saja sangat universal, maka tulisan ini mungkin hanya menjadi setetes air di antara lautan. Mungkin ada pertanyaan, bagaimana sebenarnya kisah cinta si Penulis? Well, berbahagialah, karena mungkin pertanyaan itu bisa sedikit terjawab saat ini. Kisah cinta si Penulis tidak jauh-jauh dari tulisan. Yang membuat dia tertarik adalah sepucuk kertas berisi kata hati seseorang. Baha...