Posts

2010

Pergantian tahun Perhitungan mundur menuju tahun yang baru Menyibukkan diri agar tidak terasa lama Mengirim ucapan terlalu dini agar tidak dianggap melupakan Menyiapkan kostum, atau film seru untuk menuju 00.00 Semua akan terasa seperti 5 menit saja Bahkan tidak akan sempat mengenang apa yang telah kita lakukan sebelumnya Apa yang akan terjadi, apa yang diharapkan terjadi Tidak akan ada waktu untuk dipikirkan Karena semua sibuk mengenakan topi Serta meniup terompet Menangis, berpelukan Berdoa, tertawa, mencium orang-orang yang disayang Nantikan saja apa yang akan terjadi selanjutnya Tentunya tempat tidur sudah jauh di lupakan

I'm coming home....

Untuk yang kesekian kalinya, akhirnya gw pulang juga. Sudah dinantikan sejak lama, sangat amat lama, hingga akhirnya hal ini terjadi juga. Bukan soal Natal. Bukan soal liburan. Tapi soal rehat dari semua kepenatan, dan bertemu orang-orang tercinta. Melakukan hal yang memang diinginkan bersama orang-orang yang mencintai kita dan bersama-sama menyambut hari-hari penuh petualangan. Sangat sadis jika harus berkata bahwa semua itu hanya sekedar perbaikan gizi atau menghemat uang. Pagi inipun gw bangun dalam keadaan pusing. Hampir migrain, gw langsung buru2 minum obat pusing. Well, akhir2 ini pusing semacam phobia . Saat mulai terasa, kecemasan meningkat, dan hanya menunggu waktunya untuk berubah menjadi migrain. Entah urutan ini tepat atau tidak, tapi setidaknya itulah yg gw alami. Hem... mengapa hal ini menjadi pembuka hari? Tidak ada alasan pasti. Tapi kebahagiaan memiliki keluarga tidak bisa mengaburkannya. Haha....terima kasih tentunya untuk Tabitha Rina yang sudah membuatkan mie goreng...

Reborn

Sudah terlalu lama aku pergi. Sudah terlalu jauh aku hilang. Selalu sepi. Selalu sendiri. Selalu perih. Selalu keji. Tiba-tiba datanglah. Aku kembali. Dan semua berubah. Kali ini barulah aku hidup.

The Darkest Night

Image
Malam terberat sepanjang tahun Terberat sepanjang sejarah Saat-saat dimana tidak ada yang menjadi pegangan Saat-saat dimana tidak ada yang menjadi tumpuan Adalah saat dirimu mengeluarkan Bingkisan terburuknya Semua menjadi kacau Semua menjadi hitam Dan saat tidak ada cahaya Tidak ada lagi putih, hitam merasuk Ia hanya butuh setetes Untuk merenggut semua kehidupan Meremukkan semua perjuangan Melenyapkan seorang gadis kecil Yang hanya ingin bebas untuk satu detik saja Ketika menyadari Kau tidak akan bisa keluar darinya Sang Surya pun diambil Meledak dasyat membunuh Semua insan, bahkan yang tak bernapas sekalipun Kemudian, kau mulai menikmati semua kegalauan ini Tanpa kau tahu, kaulah inti senyawa itu Dan kau hidupmu, mulai raib sejak saat itu.

Perubahan

Sesuatu yang tak pernah terpikirkan akhirnya terjadi juga. Toh sudah terjadi, namun mengapa disesali? Tiba kini saatnya dimana tempat tidur sendiri menjadi musuhmu. Selimut hangatmu telah berduri. Bahkan kota asalmu menolak. Sesuatu yang sangat ditakutkan. Sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang adalah napas hidup semua manusia. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Apakah aku tidak termasuk manusia? Sesuatu yang mengiris kembali datang. Pisau jagal itu diasah. Siapa hendak menyodorkan lehernya untuk dihukum? Atau lebih tepatnya, siapa yang akan digeret untuk pembunuhan ini menjadi satu-satunya hiburan masyarakat sepanjang minggu? Bahkan di tengah kerimunan pasar yang asri, bau darah segar manusia yang muncrat ke segal arah akan menjadi penambah kedamaian bagi dunia ini. Hari terkelam mulai menyapa. Hari dimana asupan energi satu-satunya kembali hadir dalam awang-awang. Napasku tidak bisa menyambung kehidupan. Semua yang mencuat adalah hawa kehidupan, dimana tempatku berpija...

Dari Orang Gila Hingga Anak Usia 7 Tahun

Seru abizzssss..... Cuma itu yg bisa gw katakan utk hari ini. Mulai dari bangun tidur sampe detik gw nulis ini, semua bener2 seru... Begitu pulang gw cuma pgn nulis semua di sini... So, let's begin! Pagi ini gw ke RSJ Menur, dalam rangka kunjungan matakuliah Psi. Abnormal. Dari sebelum berangkat, gw uda menyadari kalo tekanan darah gw drop. Pandangan gw ga bisa fokus. Ada bayangan-bayangan kayak kristal transparan yang besar banget nutupin pandangan gw sebelah kiri. Pertama gw pikir cuma mata kiri. Ternyata mata kanan juga ikut-ikut ambil andil. Gw sampe takut, masa harus pake taxi lagi? Akhirnya gw nekad aja. Waktu turun ke lap. parkir (macam apartemen kali bahasaku...) bayangan itu uda ilang. Gantinya, pandangan gw sebelah kiri total kabur. Bener2 kyk ada lilin putih pucat ditempel di pelipis kiri gw. Beuh, tambah takut gw. Harus bawa motor dgn keadaan gini? Gw nekad aja... dan berdoa ga brenti2 di perjalanan. Puji Tuhan, bisa nyampe Menur dengan selamat. Ke-kabur-an di mata gw u...

Malam Hari

Semua sudah mulai membersihkan meja. Kursi-kursi mulai dibalik, alat pel dan sapu dikeluarkan. Sesama karyawan saling melambai, jemputan berdatangan, lampu-lampu dimatikan. Anak mulai minum susu dan menyikat gigi. Orangtua menyiapkan buku dongeng.