Penerimaan Sebuah Tinja

Awalnya gw mau cari gambar tinja. Tapi seperti lebih baik jangan yha. Euy.

Seneng ga kalo isi sebuah kado untuk ulang tahun kita ternyata sebuah barang yang ga kita suka? Gimana respon seseorang saat dia menerima makanan yang ga dia suka saat bertamu? Apa yang akan terjadi kalo saat mau berpiknik, ternyata cuacanya sama sekali tidak mendukung? Bagaimana kalau yang ternyata menjadi jodoh kita adalah orang yang tidak berwajah tampan atau cantik bak artis?

Manusia ini punya kekuatan yang sangat jauh lebih dasyat dari makhluk lainnya, yaitu akal budi. Tapi tanpa sadar, kekuatan itulah yang kadang menjadi kelemahannya. Mungkin ga pernha kerasa, tapi manusia ini punya cincin (cocok) di hidungnya yang sama kayak kerbau yang dijadiin tempat untuk mengendalikan dia, bernama: keinginan. Free will. Suatu hal yang memang anugerah, sekaligus bisa menjadi jebakan yang sangat curam.

Suatu hal yang tidak disukai ato tidak menjadi keinginannya, seringkali ditolak ato dijadikan nomer dua sama seseorang. Emang kejam sih, tapi itu respon awal kebanyakan manusia. Dan terbukti itulah yang seringkali menyelamatkan orang tersebut. Dalam bahaya misalnya, disaat seseorang merasa ada ancaman, otomatis keadaan yang tidak disukainya ini membawa dia untuk "menolak" dengan cara lari atau menghadapi (flight or fight). Jadi, apakah sesuatu yang tidak disukai itu baik?

Kalo jawaban dari pertanyaan sebelumnya iya, lalu untuk apa manusia seringkali menolaknya? Untuk menerima segalanya butuh keberanian dan tekad yang kuat. Bagaimana 'hikmah' di balik semuanya, kata orang-orang kebanyakan. Tapi kalau kita teliti, sebenarnya manusia itu sangat unik dalam hal seperti ini. Dia punya satu alat yang sangat hebat, yaitu akal budi. Sesuatu yang tidak dia sukai itu, bisa dia rubah agar dia menyukainya. Misalnya, kalau disuguhkan teh tawar yang ga enak, kita bisa pura-pura kenyang sampai ga bisa minum lagi, atau sedang puasa. Namun kadang ada manusia yang berusaha untuk merubah dirinya sendiri untuk bisa menyukai hal yang tidak disukai itu.

Heh? Gimana? Yha kalau itu teh tawar yang ga dia sukai, dia bisa saja memerintahkan dirinya untuk memikirkan sisi baiknya. "Setidaknya, hari ini aku mengurangi asupan gula dalam apa yang kumakan atau minum, dan itu baik untuk tubuhku." Lalu, si X yang awalnya pecinta manis bisa berubah menjadi sosok yang mengutamakan kesehatan, dengan mengkonsumsi teh tawar. Hypnosis? No! Kekuatan gaib? Absolutely no!

Kekuatannya: perubahan cara berpikir. Paradigma. Menerima hal yang tidak disukai bukan berarti memasukkan hal buruk ke tubuh kita. Tinja, yang 100% ga ada gunanya lagi, ternyata bisa jadi pupuk, hal yang baik bagi tumbuhan. Jadi, ini bukan tentang baik atau buruk, teman. Ini soal bagaimana kamu melihatnya. Bagaimana kamu menanggapinya. Bagaimana kamu menerimanya. Bagaimana... kamu berdamai dengannya.

Have a nice day!

Comments

  1. hahaha....pengalaman pribadi... menerima bukan berarti mengalah, teman... tapi berdamai dengan hal itu dan menunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya!

    ReplyDelete
  2. Wooaw keren banget. kekuatan pikiran pula yang seseorang naik ke puncak ato turun ke jurang.
    tq it's inspired me

    ReplyDelete
  3. haha, you are welcome! ada yg baru lg tuh! btw, kl komen pake nama aja...pilih yg name :)

    ReplyDelete
  4. keren non, memang kekuatan pikiran itu penting ya! go Tazio go go go....

    ReplyDelete

Post a Comment

jangan cuma dibaca...gmn menurutmu???

Popular posts from this blog

Apa artinya "Kaulah Segalanya"?

Gelas pecah

Mending TERSESAT daripada Bertanya?