Posts

I'll Show You

Ini lirik emang super. Thanks JB, lagu ini paling cocok waktu kita berada di titik terendah dan masih ada orang yang menuntut meskipun kita cuma pengen didenger. Ga sepenuhnya salah mereka, karena mereka bukan Tuhan. Tapi bagi gw sendiri, lagu ini mungkin bisa buat mereka sedikitnya tahu kalo kita bener-bener butuh pertolongan, dan bukan cuma aksi berlebih. Keep fighting! My life is a movie and everyone's watching So let's get to the good part and past all the nonsense Sometimes it's hard to do the right thing When the pressure's coming down like lightning It's like they want me to be perfect When they don't even know that I'm hurting This life's not easy, I'm not made out of steel Don't forget that I'm human, don't forget that I'm real Act like you know me, but you never will But that's one thing that I know for sure I'll show you I'll show you I'll show you I'll show you I got to learn things, learn them the hard...

Bunuh Diri Dengan Riang

Banyak di antara kita yang senang Ketika satu dan dua orang bilang Kalau cinta itu manis Dan semua magis Kita berjalan dengan genggaman tangan Tertawa canda semua bisa di angan Hingga mereka melepasnya Dan pergi dengan lainnya Ternyata banyak di antara kita yang senang Ketika satu dan dua hari yang hilang Kalau benci itu logis Dan balas jadi manis Sarapan kita adalah telur dadar Kita mencekik diri tanpa sadar Mengisi pistol dengan peluru Resmilah mereka sebagai pasangan baru Banyak di antara kita yang senang Ketika satu dan dua jiwa melayang Kita masuk ke pintu gerbang neraka Ketika mengisi hati dengan kisah mereka Ternyata banyak di antara kita yang senang Mencari jejak di antara ilalang Menemukan bukti cinta mereka Ketika Maut menemukan yang disuka Tanpa sadar kita senang Penuh tawa masuk jurang Asal bisa lihat mereka senang Kemudian kita bunuh diri dengan riang

Just a Second, Please!

Menunggu. Ugh. Denger kata itu saja, beberapa orang (termasuk yang nulis) bisa langsung bad mood . "Berapa lama?" Biasanya mengikuti. "Masih lama?" Biasanya dibubuhkan. Gw sendiri sih belom pernah ketemu orang yang emang suka menunggu. "Masih ngantri? Wow keren banget! Saya memang sangat pengangguran, jadi hal ini menyenangkan!" Kalo ada yang pernah denger kata-kata itu dari seseorang, mari kita bekukan dia dan masukkan ke museum prasejarah. Minggu ini, gw banyak menghabiskan waktu dengan menunggu. Menunggu rekan yang operasi, menunggu rekan yang sama untuk keluar dari RS, menunggu waktu boarding di bandara dan menunggu antrian servis motor. Beberapa dari Galauers biasanya frustrasi hanya dengan menunggu balasan chatting.  Ada beberapa hal baik yang jarang disadari orang ketika mereka menunggu. Apa aja sih? 1. Latih kesabaran. Huek. Sama klasiknya dengan rajin pangkal kaya, meskipun memang mengandung kebenaran mutlak. Next, please! 2...

LOVE CAN SAVE US ALL

Ketika kata-kata itu menghampiriku, posisiku adalah di ambang batas antara ingin mmbunuh seseorang atau ingin melenyapkan jasadnya di Samudra Hindia. Kedua pilihan ini bisa membuat tidurku nyenyak. Secara harafiah aku tersenyum ketika membayangkan segala jenis siksaan kepadanya. Aku sungguh dilema karena Tuhan yang aku percaya mengatakan bahwa aku harus mengasihi semua manusia, bahkan musuh sekalipun. Aku tidak pernah menghadapi masalah semacam ini seumur hidupku, karena memang aku jarang berinteraksi mendalam dengan semua orang. Setidaknya tidak cukup dalam untuk orang itu menyakitiku. Aku berada di zona nyaman. Bahkan kalau aku menyakiti mereka, aku bisa dengan mudahnya pergi tanpa peduli sedikitpun. Semuanya berbeda ketika ada tuntutan dari kepercayaan, dimana harga yang perlu dibayar adalah pengampunan, karena dengan harga yang sama ada keselamatan. Sungguh berbeda ketika hidup kita bukannya milik kita lagi, tapi jauh lebih besar dari segala yang kita ketahui dari kecil. S...

Mending TERSESAT daripada Bertanya?

Image
Jika slogan itu kita gunakan untuk perjalanan di sebuah liburan, pasti akan menyenangkan aplikasinya. Jika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, dimana kalian diberi tugas mengantar surat perusahaan kemudian lebih baik tersesat, maka sekalian saja ucapkan selamat tinggal untuk pekerjaan kalian. Namun bagaimana aplikasinya pada pertemanan? Salah satu hal unik yang saya pelajari akhir-akhir ini adalah musuh utama sebuah pertemanan. Bukan, bukan perselisihan. Bukan pertengkaran. Bukan juga bohong. Tapi prasangka . Yup, prasangka adalah musuh utama seluruh jenis relasi yang kita miliki. Prasangka seorang ibu bisa membuatnya tidak kembali ke pasar, karena ia berpikir penjual di pasar tidak bisa melakukan bisnis dengan jujur. Prasangka seorang anak bisa membuatnya lari dari rumah, karena ia berpikir orang tuanya lebih menyayangi adik barunya ketimbang dirinya. Prasangka seorang teman bisa menghancurkan kepercayaan yang telah dibangun. "Ah, dia pasti membohongiku....

Picik Emosi.

Karena menyebut ‘merk’ memang tidak dibutuhkan, aku mencoba untuk meredamnya. Jadi entah burung apa yang berbisik, bahwa pemicu 1 dan pemicu 2 menimbulkan percikan dahsyat. Aku termangu, lalu berbisik dan memberikan senyuman paling normal. Sebenarnya? Oh, aku tidak ingin membunuh. Gila, bahkan jika hal itu diperbolehkan, apa lagi keasyikan di dunia ini? Semuanya akan sia-sia, segala perjuangan akan mencair seperti mentega di wajan panas. Lalu semuanya mundur kembali. Kau pernah melihat sebuah film dimana aktornya berjalan mundur? Lalu gelas yang pecah kembali utuh, dan air yang tumpah kembali pada wadahnya. Ya, pada bulan-bulan yang hampir mirip, dua tahun lalu, episode seperti ini pernah terjadi. Momen dimana depresi hanya sebuah perahu kecil di badai laut terbesar. Tidak, bahkan depresi tidak bisa membendung seluruhnya. Aku pernah dalam keadaan ini. Pemicunya beda, namun satu-satunya penetralisir saat itu, kini berganti tema menjadi pemicu 1. dia. Sekarang jelas. Keaneha...

Lowest Day.

Tidak pernah menyenangkan memiliki kondisi tertentu pada mentalmu. Semua jadi berjalan terlalu lambat dan terlalu cepat. Semua jadi sangat menyesakkan dan tidak terasa apapun. Apapun. Sungguh membingungkan, apa yang harus dirasa dan apa yang seharusnya tidak dirasa. Bahkan jari ini tidak bisa mengikuti kecepatan pikiran. Aku akan menyakiti orang lain tanpa kusadari. Yang akhirnya kulihat hanya banyak orang akhirnya mundur dan membiarkan aku sendiri, karena mereka berpikir aku hanya akan terus menyakiti mereka untuk memuaskan diriku sendiri. Perasaan bersalah yang mengikuti selanjutnya justru lebih menyeramkan. Kamu tidak akan tahu betapa luar biasanya pertempuran di pikiranku, dan bagaimana kerusakannya, karena dari hari ke hari aku makin ahli menyembunyikannya. Titik-titik ketus yang kau lihat hanya ombak kecil di samudra jiwa ini. Kau akan menyadari aku jahat, aku membosankan dan aku menyebalkan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah aku ingin kamu jauh, supaya kamu tidak tahu per...