Posts

F*ck what peple say!

Image
Kemarin gw liat iklan bagus di TV. Iklan ini sebenarnya untuk promosi produk kecantikan "O". Bukannya gw pake produk itu, tapi pesannya bagus. Gw coba cari videonya tapi belom ketemu. Jadi gw akan deskripsikan dengan kata-kata: Seorang guru wanita muda sedang memilih sepatu. Dia ingin mengenakan stiletto merah. Tapi bayangan dirinya berbisik: "pakai stiletto untuk ngajar? Tar diomongin lho" Seorang wanita calon karyawan sedang mengenakan lipstik oranye sambil bercermin di dalam lift. Tapi bayangannya di cermin malah cemberut dan komentar: "Apa ga berlebihan untuk hari pertama?" Seorang wanita sedang merapikan jilbab yang berwarna nila dan banyak pernak-perniknya (sori gw ga ngerti gimana cara deskripsinya). Bayangannya di cermin, mengenakan jilbab berwarna abu gelap dan sangat sederhana bertanya: "Apa nggak berlebihan?" Seorang atlit wanita di ruang ganti sedang mengenakan anting panjang sebelum mulai pertandingan. Bayangannya be...

Final Battle pt.2 (edisi menghadap orang tua)

Hellooooooooooo..... Long time no see. See tu ah zu. #apasihtasya #doh Jadi, mendekati sidang skripsi ternyata berat. Sebenarnya skripsi sudah selesai, tapi masih sana-situ diperbaiki demi nilai skripsi yang tinggi. Susahnya lagi minggu depan, dalam seminggu ada 2 hari libur. Alhasil waktu untuk ketemu dosen jadi makin singkat. Yah, silahkan sana pulang kampung! Jalan-jalan! Belom tau rasanya tinggal sidang tapi kepotong libur kan? Hal yang membuat sulit lagi adalah bagaimana membicarakan ini dengan orang tua. Maklum, sistem perkuliahan dulu dan sekarang jauh berbeda. Di waktu yang seharusnya gw udah pulang malah lagi ngantri sidang. Trus gimana? Gw emang belum lakuin, tapi ada yang bilang kalo ga ada jalan keluar lain. Jadi, kali ini gw mau kasih tips untuk kalian yang ada bikin dosa dan takut ngomong sama orangtua: 1. Ngomong aja. Yah, itu aja sih. Ga ada solusi lain. Kecuali kalian ada dalam kondisi yang ngga bisa ngomong (baca: sariawan seluruh mulut) ya udah, tulis...

Final Battle

Image
Good mor... *lihat jam* Yah sudahlah ya. Good morning! Sabtu biasanya menjadi hari kesukaan. Bangun siang karena malamnya habis-habisan gembira, atau gembiranya habis karena terpaksa ngerayain weekend sendiri. Duh, sakno . Untungnya gw termasuk tipe pertama. Ahahahahaha.... Itu iman atau fakta ya. Bulan-bulan ini menjadi perjalanan panjang yang melelahkan. Final battle untuk gw akhirnya tiba. Yak. Skripsi. Kok lama banget? Skripsi gw termasuk yang sulit dan belum banyak dilakukan, alhasil kurang referensi. Tapi setelah memasuki beberapa bulan ini, ternyata gw baru tahu: skripsi gw ga sesulit yang dibayangkan. Ternyata sangat amat banget sulit. Njlemit. Mbingungi . Berulang kali bengong depan laptop. Untung tahu dari sahabat tentang bisnis buka toko bunga secara online , jadi setidaknya ada yang dikerjakan. Apa? Game ? Bukan! Ini bisnis, kok. Murni bisnis. Tapi dari semua kejadian, selalu ada hal yang bisa dipelajari. Entah bagaimana, dengan bantuan Tuhan pastinya, gw jad...

Banyuwangi, I'm in love

Image
Merry Christmas and Happy New Year! Yuhuuuuu.... Setelah hampir tiga bulan akhirnya gw bisa liburan di Banyuwangi selama hampir 4 minggu! Tempat wisata sudah disusun dari Surabaya, sekalian juga untuk survey lokasi untuk liburan wan-kawan saya. Jadi, inilah beberapa kegiatan gw di Banyuwangi: 1. Red Island. Well, sebenarnya gw pernah ke lokasi ini hampir 16 tahun yang lalu (gila, tua ya gw). Tapi kali ini, pantainya udah sangat bagus dibanding yang dulu, dan udah banyak hal yang bisa "dijual" untuk wisatawan yang berkunjung.  2. Kawah Ijen dan Ijen Resort Hotel and Restaurant Lokasi kali ini spesial banget karena emang belum ada rencana kesini. Ceritanya ini pas di hari Natal, dan listrik waktu itu sempat mati, beberapa kali! Jadi si mama ngajak keluar, langsung lah diputuskan kita mau ke Paltuding. Paltuding ini adalah pelataran parkir dan camping ground di kaki Kawah Ijen, pemandangannya juga bagus dan hawa dingin juga udah kerasa. Tapi akhirnya kita pun mu...

Hidup tanpa wifi... bagai taman tak berbunga...

Image
Tahun demi tahun yang semakin erat dengan teknologi memang cukup membosankan. Sekarang, dengan modal 10.000 rupiah orang udah bisa dapet akses ke dunia internet. Bukan indomie telor kornet, tapi internet yang sebenarnya. Gw ga akan bahas apa arti dan asal katanya, ini bukan blog IT. Gw sendiri males buka page wikipedia hanya untuk memperbanyak jumlah kata.  Wifi pun menjadi sahabat sejati. Dimana ada wifi, biasanya disitu pula masyarakat berkumpul. Bahkan ga peduli harga atau enak-ngga-nya makanan di suatu kafe, asal ada wifi gratis dan colokan, maka pengunjungnya pun bejibun. Kos tempat gw tinggal ini pun punya wifi gratis yang jadi daya tarik utama. Ga tanggung-tanggung, kos dua lantai ini pun punya masing-masing router di tiap lantai. Ga cuma blogging, biasanya gw mah main game online . Asik? Banget. Sampe kalo diajak nongkrong di kafe murah dengan wifi gratis gw sering males. Toh ada di kos, ngapain keluar. Nah tahun ini penuh dengan cobaan. Kenapa begitu? Karena w...

"Kenapa kamu?"

Sabtu lalu, tepatnya tanggal 30 November 2013 gw bangun dengan keadaan aneh. Intinya sih ga bisa bangun, karena punggung gw yang nyeri berkelebihan. Jadi uda dr Jumat malem gw ngrasa gitu, yang akhirnya jadi tambah parah hari Sabtu. Yang bikin ngeri adalah tiap kali napas nyerinya makin menggila. Oke, ini bener-bener aneh. Gw mulai inget-inget apa yang gw lakuin kemaren, apa gw sempet panjat-panjat pohon atau handstand ? Tapi gw yakin ga ada alkohol yang gw minum dan keadaan juga ga segila itu. Gw mulai panik. Gw paksa utk duduk dan mulai berdiri. Hasilnya? Gagal total. Duduk aja ga bisa. Jadi gw pikir, mungkin keadaan akan baik-baik aja kalau gw tidur lagi. Setelah bangun yang kedua, keadaan tetap sama jadi gw pikir harus berdiri dan coba gerak. Iya kalo gw tinggal di rumah. Lah ini di kos-kosan yang penduduknya transmigrasi ke mall tiap hari Sabtu, trus gw mau minta tolong sama siapa kalo laper ato pengen pipis? Tuyul? Iya kalo dia mau bantu. Gw pun coba hubungi dokter yang paling ga...

R

Image
Ada yang bilang kalau kehidupan ini mirip roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang senang-senang nongkrong di pub, kadang terbaring sakit di kos sendirian. Beberapa percaya bukan seperti itu, tapi lebih seperti mendaki gunung, jadi terus menerus naik. Dan mungkin, ada juga kaum yang percaya hidupnya seperti kolong jembatan, selalu dibawah. Mari katakan saja, saat ini kehidupan gw termasuk kaum ketiga, kolong jembatan. Ya, meskipun selalu bau, gelap dan lembab, setidaknya 24/7 tersedia live music lagu-lagu penghuni billboard dan scotch 12 tahun. Intinya it's really now or never. Hebatnya lagi, sudah tidak ada yang bisa jadi sandaran. Yang namanya manusia memang punya dua sisi, ya. Kita akan tahu siapa teman sesungguhnya waktu keadaan semakin pelik. Okelah, apapun yang terjadi, work hard, play hard(er).