Posts

Muntahan-muntahan Akhir-akhir ini

Hai, semuanya. It's really good to be back . Ya, ya. gw ga usah kasih tau apa yang menyebabkan gw menghilang beberapa hari ini, oke? Yang penting gw sekarang disini siap memuntahkan posting2 lainnya. Oh, ya. Bicara tentang muntah, tadi subuh gw muntah-muntah. Awalnya sih migrain. Padahal gw lagi nulis di komputer. Tiba-tiba mata kiri gw kabur, atau.... Mungkin bukan kabur ya. Tapi kayak waktu kita pake kacamata renang, dan kemasukan air. Nah, kayak gitu deh. Migrain datang dan nyerang dari sebelah kanan. Kepala gw rasanya udah mau pecah aja. Akhirnya gw minum obat. Eh, ditengah-tengah tidur gw harus keluar untuk muntah. Gitu terus sampe tiga kali, terakhir air putih jg gw muntahin. Akhirnya gw bisa tidur jam setengah empat, and bangun-bangun untuk laporan ke bonyok. Ternyata nyokap gw jg sakit. Sama-sama khawatir dah. Ini udah lebih enak, udah bisa makan, minum pocari, and minum susu. Tapi ya jangan banyak gerak sih, kalo ga pusingnya dateng lg. Untung ada mixstyle dan BB. Halah-h...

Apa artinya "Kaulah Segalanya"?

Ga nyangka, postingan gw yang sebelumnya, (Kembali) adalah postingan ke-100. (Yeaaaaa). Bangga juga, karena postingan ke-100 ini dirayakan dengan kembalinya gw ke pelukan Tuhan. Ya ampun, masi ga kebayang sampe sekarang, kasih Tuhan untuk hidup gw. Bahkan untuk keadaan terburuk pun, itu masih aja yang terbaik untuk gw. Karena ga pernah sekalipun gw ga dapet jalan keluar. Kayak postingan kemarin contohnya, gw mulai "inget" Tuhan setelah dengerin lagu2 dari album barunya Linkin Park. Ya, memang, meskipun masih aja ada beberapa kali f word disebutkan, gw bisa tiba-tiba keinget ama Hillsong waktu denger salah satu lagu LP ini. Gw pun inget, kalo gw punya DVD konsernya Hillsong terbaru yang Faith, Hope, Love. Dan waktu gw nonton, gw lagi-lagi dibukakakn tentang satu hal. Bedanya dengan postingan "Kembali", gw diingatkan sama satu hal lagi tentang Tuhan. Gw emang sering banget cari tahu apa arti dari lirik-lirik lagu yang gw nyanyiin. Kayak waktu itu gw dibukakan mengena...

Kembali

Bisa dihitung sendiri, sudah berapa lama gw absen dari peredaran tulis menulis. Entah karena terlalu sibuk atau justru terlalu banyak menganggur, gw sendiri melupakan satu-satunya pekerjaan yang menjelaskan identitas gw sendiri: menulis. Dan tidak terhitung apa yang gw alami sejak awal mula semua ini terjadi. Cieeee..... Well, ga perlu pendahuluan lama-lama, gw mulai sadar sesuatu hal yang buat gw shock waktu hari Minggu kemarin. Waktu itu gw pelayanan WL di My Rock. Seperti biasa, semua berjalan "mulus" menurut pandangan gw. Nah, yang khotbah waktu itu Luther Diaz. Dia adain altar call untuk anak-anak muda. Benernya gw pengen ikutan, tapi gw juga jaga-jaga siapa tau perlu nyanyi karena singer2 gw suru ikutan kalo mereka mau (dan ternyata mereka mau, sehingga yang nyanyi tinggal gw). Akhirnya gw mutusin untuk berdoa juga, tapi tetep di depan and ga ikut di barisan anak-anak. Gw ngerasa damai and aman banget, karena jujur hubungan gw lagi ga deket sama Dia. Nekad banget, kan, ...

Sekolah Untuk Kepala Sekolah!

Image
Begitu mendengar satu profesi ini, biasanya ada dua respon untuk kebanyakan orang. Yang pertama, "ugh, pasti orangnya kaku!" Sedangkan yang kedua, "Wah, orangnya sabar dan pinter banget deh pasti!" Tapi beda dengan gw, begitu denger kata 'kepala sekolah', yang pertama terbersit di kepala gw adalah "kakak". He? Maksud loh? Ya.... secara, profesi kakak gw kepala sekolah. Eits, jangan dulu masukin komentar-komentar di atas ke dalam kepala Anda. Karena Kepala Sekolah yang satu ini beda dengan yang lain. Halah..... Bukan maksudnya promosi sekolah, yha. Tapi gw mau jelasin garis besarnya. Sebenarnya, gw juga ga gitu ngerti garis besarnya, wkwkwkwk..... Tapi, yha ini yang gw tau. Kakak gw, sebut saja Bunga (wkwkwk) adalah kepala sekolah di Banyuwangi. Untuk saat ini, sekolah ini masih baru ada Kids Sport, Playgroup and TK. Jenjang berikutnya uda ngantri, kok, (tenang aja yha, para pembaca SD...) Nah, sebagai kepala sekolah, uda pasti dia mengepalai sekol...

Pentingnya Sebuah Pengakuan

Sebuah pengakuan bisa membawa dampak yang sangat berbeda pada lingkungan dan diri seseorang. Baik itu pengakuan dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Entah diakui buruk atau baik, tapi suatu pernyataan menjadi jelas saat ada pengakuan. Meskipun begitu, dalam situasi dan kondisi tertentu pengakuan menjadi hal tersulit untuk dilakukan. Manusia terbiasa untuk menginginkan kejujuran, namun tidak menyukai sisi menyakitkan dari sebuah kebenaran. Tanpa disadari, penghindaran ini membuat manusia mulai menolak kebenaran, membuat mereka mengenal kebohongan, kepura-puraan, kepalsuan, dan merahasiakan kebenaran. Untuk melihat contoh nyata, atau mungkin membuktikannya, tanyakan sendiri pada diri Anda. Bagaimana perasaan Anda saat menemukan suatu kebenaran, terlepas dari kebenaran itu menyakitkan atau menyenangkan untuk diungkap? Mulai dari kalimat-kalimat sepele, seperti "Dasimu bagus" atau "Wah, tatanan rambut yang ini sangat cocok untuk kamu!" Bayangkan jika kalimat itu k...

Get Funked by Love

Musim berganti musim, semua orang pun mengganti jenis pakaian mereka. Saat panas, orang-orang memakai baju tipis dan minim kain. Tapi hal yang berkebalikan bisa terjadi saat musim dingin. Kegiatan pun berubah, jika biasanya pergi ke pantai saat musim panas, saat musim dingin tiba biasanya mereka berkumpul di rumah atau kafe, dan tentunya tidak main voli di lapangan terbuka. Sungguh unik bagaimana dunia bisa merubah seseorang, padahal biasanya orang-orang yang ingin mengubah dunia. Mau bukti? Gw paling suka mengangkat tema cinta. Maaf aja kalau bosan, tapi siapa sih yang bisa mengartikan satu kata ini? Jika maknanya saja sangat universal, maka tulisan ini mungkin hanya menjadi setetes air di antara lautan. Mungkin ada pertanyaan, bagaimana sebenarnya kisah cinta si Penulis? Well, berbahagialah, karena mungkin pertanyaan itu bisa sedikit terjawab saat ini. Kisah cinta si Penulis tidak jauh-jauh dari tulisan. Yang membuat dia tertarik adalah sepucuk kertas berisi kata hati seseorang. Baha...

Gelas pecah

Image
Aku tidak pernah menyalahkanmu. Aku selalu menerimamu. Ingat hal itu baik-baik. Aku selalu membuka tangan. Aku selalu tersenyum. Aku selalu bahagia di depanmu. Aku tidak pernah menyia-nyiakan waktu bersamamu. Aku selalu menantikan saatnya tiba untuk bertemu kembali. Aku selalu menunggumu. Aku selalu setia. Namun, kapankah gelas yang kuisi ini penuh? Kapankah aku bisa menikmati minumannya? Jika aku dahaga, bisakah aku meminumnya, hasil jerih payahku? Jika aku haus, bisakah minuman ini memuaskanku? Kapankah, ada tangan yang terbuka untukku? Kapankah, ada senyum yang diciptakan hanya untukku, meski hanya dua detik? Kapankah ada tawa bahagia yang diberikan saat bersamaku? Kapankah ada orang yang menantikanku di tempat aku pulang? andaikata, gelas itu pecah...